OBOR
BOOK EVENT

  • Google Book Search
  • Jumlah Pengunjung
    1862938
  • Online saat ini
Results: 1   << 1 >>

Biodata Penulis

Koesalah Soebagyoo Toer, Lahir di Blora, Jawa Tengah, 27 Januari 1935, anak keenam dari ayah Mastoer dan ibu Oemi Saidah. Adik Pramoedya Ananta Toer (anak sulung).

Belajar di SR dan SMP di Blora (1942-1950), meneruskan di Taman Dewasa (1950-1951) dan Taman Madya (1951-1954), Kemayoran, Jakarta. Sejak umur  15 belajar menulis dan menterjemahkan, terutama dari Pramoedya Ananta Toer. Juga mulai menjadi redaktur majalah pelajar Taman Siswa ”Suluh Siswa”. Waktu itu pula cerpen, sajak dan terjemahannya dipublikasikan di majalah-majalah yang populer seperti ”Mimbar Indonesia”, ”Siasat”, ”Garuda”, ”Pemuda”, ”Pewarta PPK”, ”Brawidjaja”, ”Duta Suasana”, ”Pentja” dll.

Masuk Fakultas Sastra jurusan Bahasa Inggris, Universitas Indonesia (1954), menjadi penterjemah pada Kedutaan Besar Cekoslowakia (1957-1959), dan wartawan kebudayaan INPS (Indonesian National Press and Publicity Service, 1959-1961). Mendirikan Organisasi Penterjemah Indonesia (OPI, 1959-1961).

1960-1965 mendapat beasiswa untuk belajar di Fakultas Sejarah dan Filologi Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa, Moskow. Sambil belajar, memimpin majalah dinding ”Indoneziya” (1960-1965), dan dua tahun terakhir pendidikan merangkap menjadi penterjemah di Kantor Berita ”Novosti”. Lulus tahun 1965 sebagai mahasiswa /cum laude/ dengan hak meneruskan pendidikan di tingkat /aspirantura/ (post graduate). Mendapat tanda penghargaan dari Dutabesar Republik Indonesia untuk Uni Sovyet, Manai Sophiaan.

          Pulang ke Indonesia (1965) menjadi dosen dan ketua jurusan bahasa Rusia pada Akademi Bahasa Asing (ABA) Kementerian PPK (1965-1967). Dengan terjadinya G30S menjadi tahanan Orde Baru, mula-mula di Jalan Gunung Sahari V (markas Operasi Kalong), Jalan Lapangan Banteng Barat (Penyelidikan Khusus), kemudian Penjara Salemba (1968-1978). Selama di Penjara Salemba memimpin majalah dinding tanpa nama, mengumpulkan folklor, bahan Kronik Revolusi Indonesia, dan menterjemahkan. Juga belajar bahasa Belanda. Dua tahun terakhir ikut memimpin perpustakaan resmi Penjara Salemba. Bebas tahun 1978 masuk dalam penjara yang lebih besar: mel selama 15 tahun (1978-1993), dengan KTP bertanda ET (Eks Tahanan) selama 29 tahun (1978-2007).

          Tahun 1999 bersama Pramoedya Ananta Toer, Soelami, Hasan Raid, Ribka Tjiptaning dll. mendirikan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 1965/1966). Dalam kaitan ini ia menjadi redaktur majalah ”Soeara Kita” (organ YPKP 1965/1966, dari 1999), ”Fakta 65” (organ YPKP-HAM, dari 2007). Juga menjadi redaktur majalah ”Info Druzhba” (organ alumni pendidikan Rusia, dari 2007).

          Mengajar bahasa Indonesia secara privat untuk orang asing, dan bahasa Inggris untuk orang Indonesia. Mengikuti kursus bahasa Jerman (1981-1989). Menulis cerpen dan artikel tentang masalah-masalah bahasa, terjemahan, sejarah, dan folklor. Menterjemahkan dari bahasa Inggris, Rusia, Belanda, dan Jawa. Terjemahan penting: /Jiwa-jiwa Mati/ (Nikolai Gogol), /Ruang Inap No. 6 /(Anton Chekhov), /Anna Karenina/ (Leo Tolstoi) dan /Kebangkitan /(Leo Tolstoi), /Mushashi/ (Eiji Yoshikawa), /Perdagangan Awal Indonesia/ (O.W. Wolters), /Menjinakkan Sang Kuli/ (Jan Breman), /Masa Cerah dan Masa Suram di Pedesaan Jawa /(Jan Breman & Gunawan Wiradi). Menyusun /Kronik Revolusi Indonesia/ bersama Pramoedya Ananta Toer dan Ediati Kamil (sudah terbit empat dari lima jilid, 1945-1948). Menulis dua buku tentang  almarhum Pramoedya Ananta Toer: /Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali /(2006) dan /Bersama Mas Pram /(2009).

Akan terbit: /Kronik Revolusi /jilid V (1949), /Kronik Abad Demokrasi Terpimpin /(1959-1967), /Pahlawan Jaman Kita /(Mikhail Lermontov)/. /Seluruhnya telah disusun, diterjemahkan, dan diedit 70 buku. Sementara itu 40 naskah berbagai ragam menunggu penerbit yang berminat. Juga sedang menyiapkan Ensiklopedi Sejarah Indonesia dan Ensiklopedi Folklor Jawa.

Istri Utati, anak tiga, cucu lima.