-
Parikan Pantun Jawa: Puisi Abadi
Oleh : Koesalah Soebagyo ToerKresek-kresek dalam ember
Hidungnya pesek bibirnya dower
Teklek kecemplung kalen
Timbang golek aluwung balen...
Harga
Rp 45.000,-
Biodata Penulis
Koesalah Soebagyoo Toer, Lahir di Blora, Jawa
Tengah, 27 Januari 1935, anak keenam dari ayah Mastoer dan ibu Oemi
Saidah. Adik Pramoedya Ananta Toer (anak sulung).
Belajar di SR
dan SMP di Blora (1942-1950), meneruskan di Taman Dewasa (1950-1951)
dan Taman Madya (1951-1954), Kemayoran, Jakarta. Sejak umur 15 belajar
menulis dan menterjemahkan, terutama dari Pramoedya Ananta Toer. Juga
mulai menjadi redaktur majalah pelajar Taman Siswa ”Suluh Siswa”. Waktu
itu pula cerpen, sajak dan terjemahannya dipublikasikan di
majalah-majalah yang populer seperti ”Mimbar Indonesia”, ”Siasat”,
”Garuda”, ”Pemuda”, ”Pewarta PPK”, ”Brawidjaja”, ”Duta Suasana”,
”Pentja” dll.
Masuk Fakultas Sastra jurusan Bahasa Inggris,
Universitas Indonesia (1954), menjadi penterjemah pada Kedutaan Besar
Cekoslowakia (1957-1959), dan wartawan kebudayaan INPS (Indonesian
National Press and Publicity Service, 1959-1961). Mendirikan Organisasi
Penterjemah Indonesia (OPI, 1959-1961).
1960-1965 mendapat
beasiswa untuk belajar di Fakultas Sejarah dan Filologi Universitas
Persahabatan Bangsa-bangsa, Moskow. Sambil belajar, memimpin majalah
dinding ”Indoneziya” (1960-1965), dan dua tahun terakhir pendidikan
merangkap menjadi penterjemah di Kantor Berita ”Novosti”. Lulus tahun
1965 sebagai mahasiswa /cum laude/ dengan hak meneruskan pendidikan di
tingkat /aspirantura/ (post graduate). Mendapat tanda penghargaan dari
Dutabesar Republik Indonesia untuk Uni Sovyet, Manai Sophiaan.
Pulang ke Indonesia (1965) menjadi dosen dan ketua jurusan
bahasa Rusia pada Akademi Bahasa Asing (ABA) Kementerian PPK
(1965-1967). Dengan terjadinya G30S menjadi tahanan Orde Baru,
mula-mula di Jalan Gunung Sahari V (markas Operasi Kalong), Jalan
Lapangan Banteng Barat (Penyelidikan Khusus), kemudian Penjara Salemba
(1968-1978). Selama di Penjara Salemba memimpin majalah dinding tanpa
nama, mengumpulkan folklor, bahan Kronik Revolusi Indonesia, dan
menterjemahkan. Juga belajar bahasa Belanda. Dua tahun terakhir ikut
memimpin perpustakaan resmi Penjara Salemba. Bebas tahun 1978 masuk
dalam penjara yang lebih besar: mel selama 15 tahun (1978-1993), dengan
KTP bertanda ET (Eks Tahanan) selama 29 tahun (1978-2007).
Tahun 1999 bersama Pramoedya Ananta Toer, Soelami, Hasan Raid,
Ribka Tjiptaning dll. mendirikan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan
1965/1966 (YPKP 1965/1966). Dalam kaitan ini ia menjadi redaktur
majalah ”Soeara Kita” (organ YPKP 1965/1966, dari 1999), ”Fakta 65”
(organ YPKP-HAM, dari 2007). Juga menjadi redaktur majalah ”Info
Druzhba” (organ alumni pendidikan Rusia, dari 2007).
Mengajar bahasa Indonesia secara privat untuk orang asing, dan bahasa
Inggris untuk orang Indonesia. Mengikuti kursus bahasa Jerman
(1981-1989). Menulis cerpen dan artikel tentang masalah-masalah bahasa,
terjemahan, sejarah, dan folklor. Menterjemahkan dari bahasa Inggris,
Rusia, Belanda, dan Jawa. Terjemahan penting: /Jiwa-jiwa Mati/ (Nikolai
Gogol), /Ruang Inap No. 6 /(Anton Chekhov), /Anna Karenina/ (Leo
Tolstoi) dan /Kebangkitan /(Leo Tolstoi), /Mushashi/ (Eiji Yoshikawa),
/Perdagangan Awal Indonesia/ (O.W. Wolters), /Menjinakkan Sang Kuli/
(Jan Breman), /Masa Cerah dan Masa Suram di Pedesaan Jawa /(Jan Breman
& Gunawan Wiradi). Menyusun /Kronik Revolusi Indonesia/ bersama
Pramoedya Ananta Toer dan Ediati Kamil (sudah terbit empat dari lima jilid, 1945-1948). Menulis dua buku tentang almarhum Pramoedya Ananta
Toer: /Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali /(2006) dan /Bersama Mas
Pram /(2009).
Akan terbit: /Kronik Revolusi /jilid V (1949),
/Kronik Abad Demokrasi Terpimpin /(1959-1967), /Pahlawan Jaman Kita
/(Mikhail Lermontov)/. /Seluruhnya telah disusun, diterjemahkan, dan
diedit 70 buku. Sementara itu 40 naskah berbagai ragam menunggu
penerbit yang berminat. Juga sedang menyiapkan Ensiklopedi Sejarah
Indonesia dan Ensiklopedi Folklor Jawa.
Istri Utati, anak tiga, cucu lima.











