-
Yayasan Obor Indonesia,2011,Sulistyowati Irianto (ed.) -
Judul : Panduan Bantuan Hukum di Indonesia
Editor : A Edy Kristianto dan A Patra M Zen
Penerbit : YLBHI
Terbit : 2009
Tebal : 565 halaman
Kesadaran Hak Konstitusional
Albert Camus mengatakan, hanya mereka yang mengerti dan sadar akan hakikat kebebasanlah yang mengerti dan sadar bagaimana kebebasan itu seharusnya dilaksanakan.
Buku Panduan Bantuan Hukum di Indonesia (PBHI) adalah buku yang dimaksudkan untuk membangun kesadaran akan hakikat hak, khususnya hak atas bantuan hukum sebagai hak konstitusional bagi setiap warga negara. Oleh karena itu, jika kata “kebebasan” dalam pernyataan Camus tadi diganti dengan kata “hak”, dari situlah konstruksi pemikiran terbangun untuk menyadari arti penting kehadiran buku ini. Lebih-lebih karena buku ini a
YLBHI,2009,Agustinus Edy Kristianto (Editor) -
MENGELOLA PARTAI POLITIK: KOMUNIKASI DAN POSITIONING, IDEOLOGI POLITIK DAN ERA DEMOKRASI (EDISI REVI
Yayasan Pustaka Obor Indonesia,2011,Firmanzah, Ph.D -
1. Satellite Instructional Television Experiment (SITE). Space Applications Center (SAC), Vol. No.5, August 1975
2. India, A Travellers History of India, fourth Edition, Sinharaja, Tamita-Delgoda, fisrt published 2007 by Interlink Books
3. An Indian Summer, James Cameron, first published 1974 by Mac Millan, London Limited
4. Fodor's India 1980, Hoddor and Stroughton
5. India, Martin Huerlimann, A Studio Book, The Viking Press, New York, 1967
6. The World of India, H. Stierlin, Mayflower Book, New York
7. India and South East Asia, Martha Sawyers and William Reussing, Grosset and Dunlap, New York
8. Die Weltanschauung der Indischen Denker, Albert Schweitzer, Verlag C.H. Beck Muenchen, 1965
9. Th
Yayasan Obor Indonesia,2009,Klaus Johannsen -
Ada banyak cara untuk membuka cerita. Nawal el Saadawi, novelis dan dokter paruh waktu di Mesir, memilih cara yang filmis untuk novelnya. The Circling Song (Lagu Berputar), yang baru diterjemahkan di Indonesia. Awalnya dia menjadi orang pertama dalam ceritanya.
Ketika ia hampir menjadi pemeran utamannya, cerita beralih kepada Hamida-Hamido- kembar identik yang kemudian menjadi pemeran utama
dalam cerita ini.
Novel berlatar belakang kehidupan di Mesir pada awal 1970-an ini terilhami lagu yang biasa dimainkan anak-anak di negerinya. The
Cirling Song. Anak-anak menyanyikan lagu itu dimulai lagi dari awal, gema dari ujung lagu belum lagi hilang. Dari sebuah titik saat lagu itu dimainkan Nawal memulai ceritanya.
Seorang anak tiba-tiba terlepas dari lin
BUKUOBOR,2009,Nawal El Saadawi -
Mengungkap Panggung Sejarah Aceh
Karya ini merupakan upaya untuk mengkaji sejarah dan budaya Aceh secara akademis. Meskipun telah banyak karya yang ditulis oleh para serjana mengenai Aceh, termasuk dimensi sejarah, namun masih banyak pertanyaan histories mengenai masyarakat di paling ujung Pulau Sumatera ini yang tersisa dan belum terungkap. Singkatnya, karya ini dimaksud untuk mengisi gap dalam panggung sejarah Aceh.
Secara khusus, dimensi "keislaman" mendapat perhatian lebih di dalam karya ini. Aceh identik dengan Islam. Dengan demikian, berbicara mengenai Aceh bermakna berbicara menngenai masyarakat Islam.
Dalam kaji
Yayasan Pustaka Obor Indonesia,2010,Prof. Dr. Amirul Hadi, MA -
Yayasan Pustaka Obor Indonesia,2010,Septiawan Santana K. -
Kekinian Senja di Jakarta Rabu (12/8) lalu, diluncurkan kembali novel Senja di Jakarta, karya Mochtar Lubis, bertempat di Rumah Obor, Jakarta. Senja di Jakarta di tulis antara tahun 1957 da 1958 dan terbit pada tahun 1963 dalam bahasa Inggris berjudul Twilight in Jakarta. Awalnya Twilight in Jakarta tidak diterbitkan di Indonesia sebab tidak mendapat izin pemerintahan Sukarno, karena itu diterbitkan di Singapura, lantas di Malaysia (1964). Baru bisa diterbitkan di Indonesia pada tahun 1970 oleh PT. Badan Penerbit Indonesia Raya, di tahun 1982 oleh Pustaka Jaya, dan tahun ini oleh Yayasan Obor Indonesia. Senja di Jakarta bercerita tentang Saimun dan Itam yang pemulung dan buta huruf, sopir truk, dan Neneng yang gelandangan d
BUKUOBOR,1992,Mochtar Lubis -
Fenomena Politisi Kutu Loncat dalam Pemilu Judul : Mengelola Partai Politik Penulis : Firmanzah, Ph.D Penerbit : Yayasan Obor Indonesia Tahun : April 2008 Tebal : Iiv + 397 Oleh : Drs Moh Yahya Mustafa, M, Si. Mantan Redaktur Politik dan Pemerintahan Harian Pedoman Rakyat Makassar. Saat ini jadi Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sawerigading (FISIP-UNSA) Makassar. Realitas politik kemudian berbicara lain, ketika transaksi politik sudah terjadi, maka hubungan itu hanya sampai disitu saja. Ketika orang bersangkutan lolos menjadi pemimpin politik di suatu daerah, maka partai yang pernah pengusung kembali dilupakan. BersaTarikan ideologi partai yang kendor pada partai, sehingga sering ditemukan ada o
Yayasan Pustaka Obor Indonesia,2012,Prof. Firmanzah, Ph.D -
Sejak bergulirnya reformasi yang dimulai tahun 1998, kata ”regionalisme” dan ”reformasi” mengalami peluberan makna serta membanjiri wacana sosial-politik Indonesia. Saking populernya, di sebuah warung tenda di Jakarta saya pernah menikmati sajian ”Nasi Goreng Reformasi”.
Ini sangat kontras dengan zaman Orde Baru (1967-1998) di mana kata ”otonomi daerah”, ”desentralisasi”, dan ”reformasi” sangat langka terdengar dan tabu diucapkan. Mereka yang coba-coba menyosialisasikannya dalam wacana publik bisa mendapat bahaya. Kata-kata itu mungkin termasuk lema-lema yang ditulis dengan tinta merah dalam kamus politik Indonesia pada waktu itu.
Eforia reformasi dan regionalisme itu tampaknya juga melanda dunia akademik kita. Banyak kajian mengenai efek regionalisasi p
Yayasan Obor Indonesia,2007,Gusti Asnan











