Tentang Obor
Siapa di Yayasan Obor Indonesia?
Pendiri:
- Jakob Oetama
- Mochtar Lubis (7 Maret 1922- 2 Juli 2004)
- P.K. Ojong (25 Juli 1920- 31 Mei 1980)
Ketua Dewan Pembina:
- Jakob Oetama
Wakil Dewan Pembina:
- MT Zen
Anggota:
- Thee Kian Wee
- Toety Herati
- Indrawan Lubis
- Mudahan Taufiq Zen
Dewan Pengawas:
- Indra Gunawan
- Setiyati Sastrapradja
- Taufik Abdullah
- Anita Lee
Pengurus Yayasan :
- Ketua: Kartini Nurdin
- Wakil Ketua: Suparmin
- Sekretaris: Andreas Haryono
- Bendahara: Nur Kusumawardani
Editor:
- Nur Kusumawardani
- Andreas Haryono
- Marina Krisnawati
Kepala Bagian Produksi: Suparmin
Kepala Bagian Penjualan: Budiriyanto
Kepala Bagian Pemasaran: Widodo Pamuji
Bagian Produksi: Benedictus Wahyunarso
Bagian Penjualan: Sigit Djanardono, Ahmad Ganep
Bagian Umum: Nuzulia, Waluyo, Vemy
Bagian Akunting: Heraditia
Bagian Administrasi Penjualan: Edy Susanto, Nurjannah
Bagian Gudang: Agus Maryanto, Suhartono, Bambang Gunawan
Bagian Ekspedisi: Imam Sayidi
Kepala Cabang Yogyakarta: Iplah Zaenudin
Staf Cabang Yogya: Mulyadi, Hariyanto, Kurnia Mei Verina
Checker Wilayah Semarang: Junaedi
Checker Wilayah Surabaya dan Malang: Tri Prajoko Nugroho
Yayasan Obor Indonesia merupakan lembaga yang aktif di bidang kebudayaan dan pengembangan intelektual melalui penerbitan buku-buku bermutu. Tujuan utamanya adalah menerbitkan buku-buku dari berbagai bahasa ke Bahasa Indonesia.
Kajian utamanya adalah buku-buku tentang kemanusiaan dan hak asasi manusia.
Yayasan Obor Indonesia dibentuk sebagai badan hukum pada tahun 1978. Yayasan Obor Indonesia juga menangani penerjemahan naskah secara akurat dan bermutu.
Laporan UNESCO tahun 1973 menunjukkan adanya fenomena ‘lapar buku’ di Indonesia. Untuk menanggapi kebutuhan ini, Obor memulai aktivitasnya sekitar dua puluh lima tahun yang lalu dengan membantu penerbit lokal agar menghasilkan buku-buku berbahasa Indonesia tentang masalah-masalah penting dalam masyarakat, termasuk kewarganegaraan, keluarga berencana, lingkungan, dan etika pelayanan publik.
Yayasan Obor juga juga menerjemahkan buku-buku terpilih disertai dengan kata pengantar untuk memunculkan wacana intelektual orang Indonesia. Kegiatan ini juga ditujukan untuk pengantar dan pengenal bidang ilmu tertentu untuk digunakan di kalangan perguruan tinggi.
Kepentingan pembaca adalah landasan utama program penerbitan di Obor. Buku-buku yang diterbitkan dijual dengan harga subsidi agar terjangkau oleh para mahasiswa dan juga pembaca non mahasiswa.
Obor juga menjalankan peran pelayanan dengan cara membantu lembaga-lembaga tertentu menerbitkan hasil penelitian mereka dalam bentuk buku.
Selama ini Yayasan Obor Indonesia telah bekerjasama dengan:
-
Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV), Leiden
-
The Agricultural Development Council
-
The Research School of Pacific Studies of the Australian National University
-
The Kyoto Center for Southeast Asian Studies
-
The Population Council
-
World Resources Institute
-
University of Indonesia
-
University of Atmajaya
-
University of Surabaya
-
Manassa
-
Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan (Oral Tradition Foundation)
-
Konphalindo
-
WALHI
-
INFID
-
Pusat Perbukuan
-
Pusat Bahasa
-
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
-
LIPI (The Indonesian Institute of Science)
-
Yayasan 25 Januari
-
PT Dyno Mugi Indonesia
-
PT Astra International Inc.
-
Friedrich Naumann Stiftung
-
Institute for Scientific Cooperation
-
Tubingen
-
International Union for the Conservation of Nature (IUCN)
-
Australian-Indonesian Institute
-
UNDP
-
CETRO
-
Yayasan Adikarya IKAPI
-
World Neighbour
-
Conservation International Indonesia
-
International Development Research Center
-
United Board for Christian Higher Education
-
Latrobe University
-
The Asia Foundation
-
The Ford Foundation
-
The Toyota Foundation
-
The Japan Foundation
-
The International House of Japan
-
Canadian International Development Agency
-
USAID
-
USIS
-
EFEO
-
Volkwagen Foundation
-
German International Aid
-
European Cultural Foundation
-
NOVIB
-
UNESCO
-
FAO
-
Obor Inc.
-
The International Book Institute, yang sekarang berdomisili di Philadelphia
-
dan juga bekerja sama dengan masih banyak lagi organisasi-organisasi di seluruh dunia.











